BANDUNG,POTENSINEWS.COM,- Persaingan sengit untuk mendapatkan kursi di dewan perwakilan rakyat baik tingkat pusat maupun daerah sangat jelas,baik patahan maupun pendatang baru,hal ini terlihat di berbagai sudut jalan bertebaran sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) dan BK (Bahan Kampanye) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.
Namun APK dan BK itu tidak begitu aman karena ada saja yang dirusak dan dicopot orang tak bertanggungjawab.Aksi pengrusakan itu disinyalir untuk mengurangi potensi kemenangan calon legislatif di daerah pemilih oleh rival politiknya yang memang tidak senang,kata caleg PKB dari Dapil Jabar 12, Oleh Soleh, APK dan BK banyak dirusak hingga dicopot di sejumlah titik di dapilnya meliputi Kabupaten Tasikmalaya,Garut dan Kota Tasikmalaya.
Lebih lanjut dikatakannya pengrusakan APK dan BK sudah banyak di beberapa titik. Bahkan pencopotan yang justru lebih banyak dilakukan oleh oknum yang tidak saya kenal. Saya menduga ini dilakukan oleh timses bakal calon legislatif lain yang memang merasa tersaingi dan khawatir kalah,” tutur politisi partai berlambang bintang sembilan nomor I ini kepada media gedung DPRD Jabar jl Diponegoro no 27 kota Bandung, Selasa (15/1).
Menurut Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar ini,akibat aksi itu sejumlah caleg termasuk dirinya mengaku dirugikan karena telah menghabiskan dana untuk membuat dan menyebarkan APK serta BK di dapilnya.
Kerugian pun dialami Oleh Soleh soal pencopotan gambar dirinya pada billboard yang sudah disewa di beberapa titik di dapilnya. Padahal, diakuinya, pemasangan iklan dirinya di billboard sudah sesuai aturan yang berlaku dan telah dibayar.
“Tetapi, entah alasannya iklan saya pada bilboard di dapil telah dicopot tanpa ada penjelasan dari pengelola. Sedangkan iklan bacaleg lain yang jaraknya tidak jauh dari bilboard miliknya tidak dicopot pengelola,” ujarnya.
Meski menyebut rugi, tetapi Oleh Soleh enggan melapor kepada aparat penegak hukum ataupun penyelenggara Pemilu. Menurutnya, hal itu hanya akan membuang waktunya.
“Saya tidak akan melapor karena hanya membuang waktu saja karena proses penindakannya akan memakan waktu,” keluhnya.
Namun Oleh Soleh punya langkah agar tidak mengalami kerugian lagi akibat pengrusakan APK dan BK miliknya, salah satunya dengan berhati-hati saat menyebarkan alat peraga itu di dapilnya. Maksudnya, agar tidak dicopot atau dirusak oleh oknum.
Sementara itu di tempat terpisah dikatakan Ketua Komisi II DPRD Jabar yang juga caleg PKS dari Dapil Jabar 13 yang meliputi daerah Ciamis, Pangandaran, Kuningan dan Banjar , Didi Sukardi. Didi mengatakan pelanggaran aturan Pileg 2019 banyak pada salah penempatan titik APK dan BK, bukan pada pengrusakan alat peraga,jelasnya.
Menurut politisi partai berlambang bulan sabit kembar ini ,salah taruh APK dan BK itu,tidak langsung ditindak dengan dicopot lalu ditahan. Didi berharap ada peringatan terlebih dahulu dari Panwaslu agar tim caleg dapat memperbaiki ketidaktahuannya,tegas patahana nomor urut satu yang kembali maju untuk DPRD Jabar ini.
Lebih lanjut dikatakan Didi, sebaiknya Panwaslu kalau menemukan pelanggaran dalam menempatkan APK dan BK lebih baik diberikan peringatan jangan langsung diberikan sanksi,” pungkas politisi senior partai nomor 8 ini.(Ade)